7 Sep 2015

Syair Ala Mbah KH. Musthofa Bisri

Sebagai seorang penggemar Mbah KH. Musthofa Bisri aku mencatat beberapa puisi menarik menurutku. Berikut ini puisi-puisi beliau.


REMBANG
Ketika langit menyiramkan hujannya
kau kebagian gerimisnya
ketika matahari membagi sinarnya
kau kebagian teriknya
ketika laut mengibahkan ikan-ikannya
kau kebagian amisnya
dan keringatmu hanya menghasilkan
garam penambah perih luka

o, kota kemarauku
pohon-pohon asam
yang menjaga jalanmu
pohon-pohon tanjung
yang menghias alun-alunmu
seperti raden-ajeng-kartini-mu
yang menjadi tugu tinggal jadi
cerita tahunan para pensiunan
(nelayan-nelayan-telanjang-mu
Kuli-kuli-tambak-mu
Petani-petani-tadah-hujan-mu
pencari-pencari-kayu-krecek-mu
pencuri-pencuri-hutan-mu
apalagi pengemis-pengemis-pasar-mu
mana tahu raden-ajeng-mu?)

o, jiwa kemarauku
mereka yang lalu-lalang mengejar sesuatu
hanya melewatimu, sayang
seperti matahari, angin, dan awan


Matahari, Siap?
Matahari, siap?
Tak perlu kita tunggu
Bulan ayo berangkat
Trobos gelap
Yang membungkus jagad!
Tembakkan cahayamu
Kemana saja biar aku
Yang memunguti
Bayang-bayang berkaparan
Ku timbun di sini tembaki lagi!
Yang lepas biar bulan
Yang mencarinya
Sampai kita bangkit lagi
Dari rehat kita yang sekejap.

Kepada Semut
Kepada semut rayap berucap
Kami pun semut, jangan takut!
Kepada rayap kecoa berkata
Kami rayap juga, jangan curiga!
Kepada kecoa tikus mendengus
Kami kecoa lihatlah, jangan salah!
Kepada tikus ular berucap
Kami juga tikus ini, jangan sangsi!
Kepada ular manusia berbicara
Kami ular kok mas, jangan cemas!

Aku Burung
Aku burung yang pulang ke sarang
Bukan karena lelah terbang
Tapi sekedar menghibur rindu
Pada damai yang selalu
Mengusik mimpi
Dalam perjalanan
Selama ini.

Berteriak
Seniman yang berseni tiba-tiba berteriak
Tidaaaaaaaaaak!
Pemikir yang berpikir tiba-tiba berteriak
Tidaaaaaaaaaak!
Mahasiswa yang kuliah tiba-tiba berteriak
Tidaaaaaaaaaak!
Kiai yang mengaji tiba-tiba berteriak
Tidaaaaaaaaaak!
Mubaligh yang berkhotbah tiba-tiba berteriak
Tidaaaaaaaaaak!
Wartawan yang merekam tiba-tiba berteriak
Tidaaaaaaaaaak!
Penguasa yang berkuasa tiba-tiba berteriak
Tidaaaaaaaaaak!

(Aku pun dan kawan-kawanku yang cukup banyak menyembunyikan mulut dan kupingku dalam sajak)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar