Jurnalistik.
Kata itu seringkali kita dengar, apalagi dalam dunia media. Jurnalistik itu apa
ya? Jurnalistik adalah segala aktifitas yang dilakukan oleh sekelompok orang
yang berkaitan dengan tulis-menulis dan diumumkan. Kemudian orang yang
melakukan aktifitas itu dinamakan jurnalis. Seorang jurnalis wajib memiliki tiga
senjata penting, yakni: buku, pulpen atau pensil, dan hp (untuk rekaman dan
foto). Berbicara tentang jurnalis, apa sebenarnya keasyikan jadi jurnalis? banyak.
Di bawah ini beberapa diantaranya keuntungan dan keasyikan jadi jurnalis,
berdasarkan riset dan pengalaman pribadi.
v Bisa jalan-jalan dan berpetualang ke beberapa
daerah.
Jurnalis itu
kerjanya di lapangan, muter-muter cari berita dan liputan di berbagai daerah.
Kalau nggak ke lapangan dia tak akan dapat berita. Ini menguntungkan, karena
kita punya pengalaman ke berbagai daerah, bisa menikmati alam dan suasana dunia
luar.
v Tambah kenalan & link
Kita
dapat berinteraksi dan berkenalan dari berbagai lapisan masyarakat, dari yang
nggak terkenal sampai yang sangat terkenal. Sehingga kita juga dapat belajar menata
bahasa dan sopan santun kita saat bertemu mereka.
v Menjadi pribadi yang berani
Mental
kita terlatih untuk berinteraksi dengan siapapun, terlatih untuk berkata
apapun, dan terlatih untuk menghadapi resiko apapun.
v Nambah ilmu
mestinya
ilmu kalau mau wawancara orang kudu belajar dulu. Nah setelah wawancara orang
juga dapat ilmu & motivasi.
v Nambah pemasukan
Kita
mendapatkan uang jajan saat tulisan kita sudah jadi dan terpampang di media.
Selain itu terkadang saat liputan kita dapat oleh-oleh dari orang yang kita
wawancarai.
v Tulisan bermanfaat
Kepuasan
sesungguhnya jadi jurnalis adalah ketika tulisan kita dibaca orang lain
kemudian memberikan manfaat bagi pembaca. Bisa jadi kriteria ilmu yang
bermanfaat juga (semoga).
Nah untuk
menjadi jurnalis ada beberapa syarat yang kudu dipenuhi:
1.
Baiatkan
diri sebagai jurnalis
Kalau
kita udah berani bilang kita seorang jurnalis maka akan ada naluri untuk suka
dan menikmati dunia jurnalistik.
2.
Kudu siap
Suka Nulis, siap Belajar Nulis, & siap Selalu Nulis.
Itu
udah kewajiban seorang jurnalis. Jadi kalau nantinya kita dapat tugas buat
nulis sebuah rubrik harus siap, supaya siap ya harus belajar, belajarnya dengan
rajin nulis. Nah kita juga jangan heran atau jengkel kalau nantinya diuber-uber
sama pimred buat nyerahin tulisan karena udah deadline.hehe
3.
Taat sama
waktu (ontime)
Ini penting bangeet.
Pertama,
janjian wawancara sama orang harus ontime, kalau nggak kamu bakal kena
pandangan negatif sama beliau, atau bisa jadi malah ditinggal pergi, nggak jadi
wawancara malahan.
Kedua,
saat liputan ini kudu ontime. Misalnya liputan pertandingan sepak bola. Sepak
bola mulainya jam 10.00, kamu datengnya 10.15 ya telaat... ketinggalan berita.
Ketiga,
deadline penyerahan tulisan harus tepat waktu, karena ini berpengaruh dengan
pekerjaan selanjutnya, yaitu: editing, layout, cetak, dan penyebaran. Nah kalau
tulisannya telat ya majalahnya terbitnya telat. Kasihan, pembacanya.hehe
Menjadi seorang jurnalis itu 20% bakat,
30% seneng, dan 50% latihan. Yang terpenting adalah selalu latihan menulis
dan menyukai jurnalistik, sedangkan bakat itu bisa dipupuk dan diasah kok.
Begitu beberapa
hal terkait asyiknya jadi seorang jurnalis. Semoga bermanfaat dan selamat
mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar