4 Okt 2015

Jadi Jurnalis, Asyik Loh..!!!

Jurnalistik. Kata itu seringkali kita dengar, apalagi dalam dunia media. Jurnalistik itu apa ya? Jurnalistik adalah segala aktifitas yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berkaitan dengan tulis-menulis dan diumumkan. Kemudian orang yang melakukan aktifitas itu dinamakan jurnalis. Seorang jurnalis wajib memiliki tiga senjata penting, yakni: buku, pulpen atau pensil, dan hp (untuk rekaman dan foto). Berbicara tentang jurnalis, apa sebenarnya keasyikan jadi jurnalis? banyak. Di bawah ini beberapa diantaranya keuntungan dan keasyikan jadi jurnalis, berdasarkan riset dan pengalaman pribadi.
v  Bisa jalan-jalan dan berpetualang ke beberapa daerah.
Jurnalis itu kerjanya di lapangan, muter-muter cari berita dan liputan di berbagai daerah. Kalau nggak ke lapangan dia tak akan dapat berita. Ini menguntungkan, karena kita punya pengalaman ke berbagai daerah, bisa menikmati alam dan suasana dunia luar.
v  Tambah kenalan & link
Kita dapat berinteraksi dan berkenalan dari berbagai lapisan masyarakat, dari yang nggak terkenal sampai yang sangat terkenal. Sehingga kita juga dapat belajar menata bahasa dan sopan santun kita saat bertemu mereka.
v  Menjadi pribadi yang berani
Mental kita terlatih untuk berinteraksi dengan siapapun, terlatih untuk berkata apapun, dan terlatih untuk menghadapi resiko apapun.
v  Nambah ilmu
mestinya ilmu kalau mau wawancara orang kudu belajar dulu. Nah setelah wawancara orang juga dapat ilmu & motivasi.
v  Nambah pemasukan
Kita mendapatkan uang jajan saat tulisan kita sudah jadi dan terpampang di media. Selain itu terkadang saat liputan kita dapat oleh-oleh dari orang yang kita wawancarai.
v  Tulisan bermanfaat
Kepuasan sesungguhnya jadi jurnalis adalah ketika tulisan kita dibaca orang lain kemudian memberikan manfaat bagi pembaca. Bisa jadi kriteria ilmu yang bermanfaat juga (semoga).
Nah untuk menjadi jurnalis ada beberapa syarat yang kudu dipenuhi:
1.      Baiatkan diri sebagai jurnalis
Kalau kita udah berani bilang kita seorang jurnalis maka akan ada naluri untuk suka dan menikmati dunia jurnalistik.
2.      Kudu siap Suka Nulis, siap Belajar Nulis, & siap Selalu Nulis.
Itu udah kewajiban seorang jurnalis. Jadi kalau nantinya kita dapat tugas buat nulis sebuah rubrik harus siap, supaya siap ya harus belajar, belajarnya dengan rajin nulis. Nah kita juga jangan heran atau jengkel kalau nantinya diuber-uber sama pimred buat nyerahin tulisan karena udah deadline.hehe
3.      Taat sama waktu (ontime)
Ini penting bangeet.
Pertama, janjian wawancara sama orang harus ontime, kalau nggak kamu bakal kena pandangan negatif sama beliau, atau bisa jadi malah ditinggal pergi, nggak jadi wawancara malahan.
Kedua, saat liputan ini kudu ontime. Misalnya liputan pertandingan sepak bola. Sepak bola mulainya jam 10.00, kamu datengnya 10.15 ya telaat... ketinggalan berita.
Ketiga, deadline penyerahan tulisan harus tepat waktu, karena ini berpengaruh dengan pekerjaan selanjutnya, yaitu: editing, layout, cetak, dan penyebaran. Nah kalau tulisannya telat ya majalahnya terbitnya telat. Kasihan, pembacanya.hehe
Menjadi seorang jurnalis itu 20% bakat, 30% seneng, dan 50% latihan. Yang terpenting adalah selalu latihan menulis dan menyukai jurnalistik, sedangkan bakat itu bisa dipupuk dan diasah kok.
Begitu beberapa hal terkait asyiknya jadi seorang jurnalis. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar