Semua tertunduk
Terpejam dalam keheningan malam
Mengangkat dua tangan meregang hati
Menajamkan kepastian dalam rasa
Mencoba menutup kegelapan rasa
Indra pendengar kini tersibak tanpa sekelumit
bayang selimut
Jernih dan bebas
Puluhan larik rayu menari dalam gelombang suara
Bernada rintihan namun tegas terucap
Tersusun tiap titik-titik harap beralas sesal
Hingga titik-titik jernih bergulir ikut menengadah
dan menangis
Tatapan sayu terlipat dalam gelombang peluh
Mungkin saja tak sanggup tuk menatap alam
Tak harus tertutup jika tak sanggup atau
mengantongi penasaran
Pada nikmat ikhlas yang tercermin tiap hembusan
nafasnya
Atas tatap tawadlu’ dalam jiwa sederhana
Kini ia tengah terhanyut dalam ketertundukannya
Menengadah dan melafadzkan lantun-lantun doa untuk
penjuru alam
3 November 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar