29 Apr 2014

SEPEDA MOTOR




Era modern dan sangat modern, tak seorang pun buta pengertian ‘motor’. Apalagi di perkotaan, Yogyakarta contohnya.
Sebuah benda dengan beberapa kemampuannya mampu mengantar beberapa orang menuju tujuan. Sebuah benda pula yang dianggap penyebab polusi dan beberapa luka, derita lewat peristiwa kecelakaan. Juga sebuah benda mewah penyebab virus ‘kesombongan’.
Namun sepeda motor tetap menyimpan dimensi lain dalam jalan hidupnya.
Ia menyimpan teori ‘seimbang, percaya diri, dan berani’.
Seimbang. Pengendara wajib memelihara keseimbangan sepeda motornya. Seimbang depan-belakang, seimbang kanan-kiri. Jika tak seimbang, ia akan jatuh dan hanya akan membahayakan dirinya, pembonceng, bahkan pengendara lain. Artinya langkah hidupnya tak dapat memberi kenyamanan bagi dirinya dan orang lain.
Percaya diri. Percaya diri dengan segala penampilan diri maupun penampilan sepeda motornya. Percaya diri dalam mengambil tiap jalan dan tikungan yang diambil. Dan percaya diri bahwa dirinya adalah pengendali sepeda motor. Agar hidup tak terombang-ambing. Mantap dan bangkit meski suatu saat harus tersesat.
Berani. Tiap sudut tatapan mata berisi keberanian penuh. Berani mengayunkan kaki dan tangan untuk mengendalikan kendaraan serta dirinya. Berani mengambil langkah untuk jalan ke depan. Berani untuk berhenti dan menepi dalam kelemahannya. Berani mendahului dan melewati segala rintangan di sepanjang jalan. Dan berani berlari dalam berbagai kemungkinan. Jika tak berani, ia takkan sampai ke tempat tujuan, dan hanya diam menatap jalan panjangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar