30 Apr 2014

KAU TAK BIASA



Banyak orang berkata “Aku tak mampu, dan ingin melakukannya”
Kau tahu mereka kawan.. mereka yang tak berminat mendalaminya
Atau bahkan yang tak ingin memacu hatinya
Banyak pula yang berkata “Aku mampu melakukannya, karena aku akan sukses dengannya”
Kau pula tahu kawan, mereka para pengukir mimpi hebat dan berada dalam titik aman mereka
Sebagian kelompok berkata “Aku menyukainya, tapi aku belum bisa melakukannya. Tapi aku pasti akan sukses dengannya”
Kau tahu kawan?... ia mengatakannya sambil bercermin, lalu ia pukulkan genggamannya ke tembok, sambil tertawa penuh tatapan tajam.
Mungkin sedikit dari  mereka kawan.... tapi... percayalah merekalah pemenang di antara kelompok lain.
Kini tentang apa ake berkata???
Hahahaha... tentangmu Kawan...
Tentang arti sebuah mimpi, yang akan membuat orang lain mengakui kehebatanmu kawan.
Ini bukan sebuah motivasi kosong yang hanya bertiup meninggalkan kesunyian.
Bukan Kawan...
Biarkan para burung tertawa mencipratkan cibiran manisnya.
Biarkan saja kawan...
Kamu mampu, kamu mau dan kamu tak biasa.


23 Oktober 2013

29 Apr 2014

SEPEDA MOTOR




Era modern dan sangat modern, tak seorang pun buta pengertian ‘motor’. Apalagi di perkotaan, Yogyakarta contohnya.
Sebuah benda dengan beberapa kemampuannya mampu mengantar beberapa orang menuju tujuan. Sebuah benda pula yang dianggap penyebab polusi dan beberapa luka, derita lewat peristiwa kecelakaan. Juga sebuah benda mewah penyebab virus ‘kesombongan’.
Namun sepeda motor tetap menyimpan dimensi lain dalam jalan hidupnya.
Ia menyimpan teori ‘seimbang, percaya diri, dan berani’.
Seimbang. Pengendara wajib memelihara keseimbangan sepeda motornya. Seimbang depan-belakang, seimbang kanan-kiri. Jika tak seimbang, ia akan jatuh dan hanya akan membahayakan dirinya, pembonceng, bahkan pengendara lain. Artinya langkah hidupnya tak dapat memberi kenyamanan bagi dirinya dan orang lain.
Percaya diri. Percaya diri dengan segala penampilan diri maupun penampilan sepeda motornya. Percaya diri dalam mengambil tiap jalan dan tikungan yang diambil. Dan percaya diri bahwa dirinya adalah pengendali sepeda motor. Agar hidup tak terombang-ambing. Mantap dan bangkit meski suatu saat harus tersesat.
Berani. Tiap sudut tatapan mata berisi keberanian penuh. Berani mengayunkan kaki dan tangan untuk mengendalikan kendaraan serta dirinya. Berani mengambil langkah untuk jalan ke depan. Berani untuk berhenti dan menepi dalam kelemahannya. Berani mendahului dan melewati segala rintangan di sepanjang jalan. Dan berani berlari dalam berbagai kemungkinan. Jika tak berani, ia takkan sampai ke tempat tujuan, dan hanya diam menatap jalan panjangnya.

Rindu




Kawan... dengarkan suara lirih dalam kalbu ini
Kau pernah merasakan rindu?
Rindu amat menyiksa hati kawan...
Jangan kau pikir rasa itu hanya untuk sahabat atau kekasih yang kau cinta... tidak kawan..
Rindu pun akan terasa pada seseorang yang selalu mengajarimu cara belajar dan berpikir
Ia mengajarimu cara meneliti dan menelaah
Ia mengajarimu memandang dunia lewat dimensi lain
Ia yang berkata padamu “kenapa kamu nggak bisa!?” saat kau temukan titik lemah pada tungkakmu
Ia yang pertama berkata “Selamat” atas titik finish upayamu
Dan di akhir titik pertemuannya ia yang berkata “Saya akan berdoa untuk kesuksesanmu”
Senyumnya yang meneduhkan kegelisahanmu
Tutur lembutnya mendayukan rangkaian emas pesan
Meski terkadang serasa keras hantaman sikapnya
Ataupun ketika setajam pedang kata terluapkan... tersimpan lewat tawa renyahnya
Ketahuilah.... ia..
Berharap kau kan lebih baik darinya
Kini kawan....
Aku telah merasakannya....
Kerinduan mendalam yang tak tahu dengan apa kan tersampaikan
Tak tahu dengan apa terobati....
Ketika raga ini tak dapat lagi berjalan dalam didikannya
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu meski aku tak tahu apakah kau merasakan rasa ini
Aku begitu merindukanmu
Guruku.