15 Mar 2018

Cerita Hujan

Kuberitahu Nak…
Hari ini dan beberapa hari ini kau sering perlihatkan sesuatu yang indah
Kau berkomentar meski belum jelas apa kata-katamu itu
Itu Hujan Nak…
Aliran deras air yang jatuh dari langit
Membasahi halaman pekarangan kita, bahkan membanjirinya
Kau memandangnya Nak… penuh suka cita
Sampai lonjakannya mengejutkan tubuhku
Itu hujan Nak…
Itu hujan yang datangnya ditemani hembusan angin dingin
Yang tibanya diliputi suara gemuruh yang aneh
Yang di sekelilingnya diselimuti suara gemetar gemericik
Itu hujan Nak…
Sekarang kau bahagia memandangnya
Karena indah dan dahsyat pemandangannya
Tapi apa kau akan menyukainya kelak Nak
Itu hujan Nak…
Yang akan menjadi penghalang jika manusia ingin keluar rumah
Yang menjadi penyebab benda-benda tak kering
Yang menjadi musuh bagi manfaat sinar mentari
Yang menjadi timbunan banjir di penjuru negeri
Itu hujan Nak….
Begitu kata manusia yang tak pandai bersyukur
Begitu kata orang-orang yang lupa telah meminta hujan
Begitu kata hati yang tertutup nafsu
Nak…. Lihatlah itu Hujan.
Kau tak boleh membenci mesti perih
Kau tak boleh mengutuk hujan dalam dada
Kau tak boleh menyalahkan hujan karena ia hanyalah hujan
Itu Hujan Nak…
Hujan hanyalah makhluk yang datang atas perintahNya
Hujan hanyalah aliran air yang mendinginkan di saat panas memanggang
Hujan hanyalah kucuran rahmat di saat dahaga mendera
Itu Hujan Nak…
Kau tahu Nak, Dia sendiri berkata bahwa hujan adalah makhluknya
Makhluk yang membuka kelapangan atas doa
Makhluk yang membawa kemudahan harapan-harapan makhluk yang berdoa
Maka berdoalah Nak saat hujan tiba
Itu hujan Nak…
Ingatlah cerita ini suatu hari kelak
Bahwa kau akan menyukai hujan seperti kau menyukai langit yang terang
Kau akan bahagia untuk hujan seperti bahagia untuk mentari pagi
Kau akan menyambut hujan dalam nafas doa  
Kau akan tersenyum pada hujan seperti kau tersenyum padaku

Krapyak
Selasa, 28 November 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar