26 Apr 2017

Rindu

Aku berdiam dalam raga
Namun rasaku tak pernah bungkam
Berlari kian kemari bergidik menapaki ombak
Mungkin aku sendiri tak paham tentang gelombangnya tapi kukira aku mengerti
Ini tentangnya
Ukiran yang telah indah berhias dalam jiwa
Cintamu dan cintaku terpatri dalam jalan pantura
Bagaikan sepasang mata yang tak sempurna bila tak bersama
Bagaikan sepasang sayap yang kompak mengepak
Namun kini mata itu tertutup minus tinggi tanpa kacamata
Sayap itu menutup sebagian angin
Kini bagaimana rasanya?
Kau tau sendiri apa namanya
Kau tau sendiri bagaimana rasanya
Detakan waktu masih tersenyum menguji
Membiarkan menit-menitnya menggenggamku
Hingga suatu titik ia kembali merengkuh sayap kita berdua
Menjadi sepasang sayap yang menghitung detik waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar