Kisah
di bawah ini terjadi pada masa Rasulullah SAW masih hidup. Cerita inspiratif
yang menceritakan mimpi seorang anak tentang ibunya. Cerita berawal ketika
suatu hari ada seorang wanita dengan tangan lumpuh datang menemui Rasulullah
SAW. Rasulullah menyambutnya dengan wajah berseri, seperti biasanya. Wajah
teduh yang sangat nyaman untuk dipandang siapapun. Setelah menyambutnya dengan
ramah, Rasulullah kemudian bertanya sesuatu yang akan diadukan padanya.
“Ya
Rasulullah, Jenengan telah melihat bahwa kedua tanganku ini lumpuh. Maksud kedatangan
saya kemari sebenarnya meminta tolong agar Jenengan mau mendoakan saya agar
kedua tanganku ini bisa sembuh seperti dulu lagi”, kata wanita tersebut.
“Sebelum aku membantu mendoakanmu, aku ingin
tahu dulu kenapa kedua tanganmu itu bisa lumpuh? Tolong ceritakan padaku”, jawab
Rasulullah dengan bersahaja.
“Saya
akan menceritakannya pada Jenengan Ya Rasulullah. Jadi begini... pada suatu
malam saya bermimpi kalau kiamat telah datang. Saya melihat neraka menyala-lala
begitu mengerikannya. Saya juga melihat pesona keindahan surga. Dua pemandangan
yang amat berkebalikan. Namun diantara kedua pemandangan tersebut, ada sesuatu yang
membuat saya sedih Ya Rasulullah. Saya melihat ibu saya berada di dalam neraka.
Di sana ia terlihat berjuang melawan panas yang menerpanya sambil memegang
sebuah kain pembersih dan sebuah lemak di tangan lainnya. Saya begitu sedih
melihatnya. Saya kemudian mendekatinya. ‘Ibu... aku begitu sedih melihat Ibu di
sini. Apa yang menyebabkan Ibu berada di sini? Bukankah ibu termasuk orang yang
taat pada Allah dan juga patuh pada ayah?’
‘Ya
Nak, apa yang terlihat di dunia memang tak sama saat di sini. Ketahuilah bahwa
ibu dulu saat di dunia termasuk orang yang kikir, tak suka bersedekah. Ibu menyesal
Nak.’
‘Ibu...
lalu apa yang Ibu lakukan pada kedua benda itu? mengapa Ibu memeganginya?’
‘Nak...
kain dan lemak ini adalah satu-satunya benda yang pernah ibu sedekahkan semasa
hidup dulu. Jadi ibu hanya bisa memegangi kedua benda ini.’
‘Lalu
apakah ayah berada di surga Bu?’
‘Benar Nak.. ayahmu dulu adalah orang
dermawan, sehingga ia sekarang bisa memetik kemuliaannya di surga.’
‘Baiklah
Bu... aku akan berusaha menolong Ibu. Tunggu aku Bu..’
Masih
dengan suasana hati diliputi kesedihan, saya kemudian meninggalkan ibu untuk
mencari sesuatu yang bisa menolongnya. Saya mencari-cari keberadaan ayah di
surga. Saya melihat ayah sedang sibuk memberikan minum orang-orang dari telaga
Jenengan Ya Rasulullah.
‘Ayah...’
panggilku pada ayah.
‘Anakkuuu.....,
kau rupanya’, sambut ayah.
‘Ayah..
apakah Ayah tahu bahwa ibu sedang berada di neraka? Dia sedang berjuang melawan
panasnya api neraka dan tak bisa keluar dari sana. Apakah Ayah tidak ingin menolongnya?”
‘Maaf
Nak... ayah tidak bisa membantu ibumu’, jawab ayah dengan guratan wajah kesedihan.
‘Kenapa
Yah? Bukankah Ayah di sini sedang memberikan minum pada orang-orang. Lalu
kenapa pada ibu tidak bisa?’
‘Maaf
Nak... ayah benar-benar tidak bisa. Ayah telah dilarang oleh Allah untuk
menolong ibumu, karena ibumu termasuk orang kikir. Orang yang diharamkan Allah
untuk meminum air telaga ini. Jadi ayah tidak bisa memberi ibumu air ini’.
Saya
pun sangat sedih mendengar jawaban ayah. Namun tiba-tiba saya mendapat sebuah
ide gila. Saat ayah kembali sibuk memberi minum orang-orang, saya diam-diam
mencuri segelas air telaga itu. Air itu kemudian saya berikan pada ibu. Hingga
tiba-tiba saya mendengar sebuah suara yang mengatakan, “Semoga Allah
melumpuhkan tanganmu karena telah memberikan minum pada orang yang telah
diharamkan oleh Allah untuk minum air itu”. Seketika itu juga saya kemudian
bangun dari tidur karena terkejut. Yang lebih membuat saya semakin terkejut adalah
saya merasakan kedua tangan saya lumpuh tak bisa digerakkan. Rupanya mimpi itu
benar-benar berefek nyata”. Wanita itu pun mengakhiri ceritanya.
“Baiklah
kalau begitu, aku akan mendoakanmu”, jawab Rasulullah setelah mendengar cerita
panjang dan lebar wanita tersebut. Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya di
atas tangan wanita itu sambil berdoa, “Ya Allah... dengan kebenaran mimpi
wanita ini, maka aku mohon padaMU Ya Allah... sembuhkanlah kedua tangan wanita
ini”.
Tak
berselang lama kemudian, ajaibnya wanita itu bisa merasakan bahwa kedua
tangannya telah sehat kembali. Doa Rasulullah langsung dikabulkan oleh Allah.
Subhanallah.
Begitulah
sepenggal cerita yang aku baca dari buku Kisah Mimpi Orang-Orang Sholeh.
Semoga bermanfaat bagi para pembaca. []Um_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar