25 Apr 2016

Ibu, Lumpuhku Untukmu

Kisah di bawah ini terjadi pada masa Rasulullah SAW masih hidup. Cerita inspiratif yang menceritakan mimpi seorang anak tentang ibunya. Cerita berawal ketika suatu hari ada seorang wanita dengan tangan lumpuh datang menemui Rasulullah SAW. Rasulullah menyambutnya dengan wajah berseri, seperti biasanya. Wajah teduh yang sangat nyaman untuk dipandang siapapun. Setelah menyambutnya dengan ramah, Rasulullah kemudian bertanya sesuatu yang akan diadukan padanya.

“Ya Rasulullah, Jenengan telah melihat bahwa kedua tanganku ini lumpuh. Maksud kedatangan saya kemari sebenarnya meminta tolong agar Jenengan mau mendoakan saya agar kedua tanganku ini bisa sembuh seperti dulu lagi”, kata wanita tersebut.
 “Sebelum aku membantu mendoakanmu, aku ingin tahu dulu kenapa kedua tanganmu itu bisa lumpuh? Tolong ceritakan padaku”, jawab Rasulullah dengan bersahaja.
“Saya akan menceritakannya pada Jenengan Ya Rasulullah. Jadi begini... pada suatu malam saya bermimpi kalau kiamat telah datang. Saya melihat neraka menyala-lala begitu mengerikannya. Saya juga melihat pesona keindahan surga. Dua pemandangan yang amat berkebalikan. Namun diantara kedua pemandangan tersebut, ada sesuatu yang membuat saya sedih Ya Rasulullah. Saya melihat ibu saya berada di dalam neraka. Di sana ia terlihat berjuang melawan panas yang menerpanya sambil memegang sebuah kain pembersih dan sebuah lemak di tangan lainnya. Saya begitu sedih melihatnya. Saya kemudian mendekatinya. ‘Ibu... aku begitu sedih melihat Ibu di sini. Apa yang menyebabkan Ibu berada di sini? Bukankah ibu termasuk orang yang taat pada Allah dan juga patuh pada ayah?’
‘Ya Nak, apa yang terlihat di dunia memang tak sama saat di sini. Ketahuilah bahwa ibu dulu saat di dunia termasuk orang yang kikir, tak suka bersedekah. Ibu menyesal Nak.’
‘Ibu... lalu apa yang Ibu lakukan pada kedua benda itu? mengapa Ibu memeganginya?’
‘Nak... kain dan lemak ini adalah satu-satunya benda yang pernah ibu sedekahkan semasa hidup dulu. Jadi ibu hanya bisa memegangi kedua benda ini.’
‘Lalu apakah ayah berada di surga Bu?’
 ‘Benar Nak.. ayahmu dulu adalah orang dermawan, sehingga ia sekarang bisa memetik kemuliaannya di surga.’
‘Baiklah Bu... aku akan berusaha menolong Ibu. Tunggu aku Bu..’
Masih dengan suasana hati diliputi kesedihan, saya kemudian meninggalkan ibu untuk mencari sesuatu yang bisa menolongnya. Saya mencari-cari keberadaan ayah di surga. Saya melihat ayah sedang sibuk memberikan minum orang-orang dari telaga Jenengan Ya Rasulullah.
‘Ayah...’ panggilku pada ayah.
‘Anakkuuu....., kau rupanya’, sambut ayah.
‘Ayah.. apakah Ayah tahu bahwa ibu sedang berada di neraka? Dia sedang berjuang melawan panasnya api neraka dan tak bisa keluar dari sana. Apakah Ayah tidak ingin menolongnya?”
‘Maaf Nak... ayah tidak bisa membantu ibumu’, jawab ayah dengan guratan wajah kesedihan.
‘Kenapa Yah? Bukankah Ayah di sini sedang memberikan minum pada orang-orang. Lalu kenapa pada ibu tidak bisa?’
‘Maaf Nak... ayah benar-benar tidak bisa. Ayah telah dilarang oleh Allah untuk menolong ibumu, karena ibumu termasuk orang kikir. Orang yang diharamkan Allah untuk meminum air telaga ini. Jadi ayah tidak bisa memberi ibumu air ini’.
Saya pun sangat sedih mendengar jawaban ayah. Namun tiba-tiba saya mendapat sebuah ide gila. Saat ayah kembali sibuk memberi minum orang-orang, saya diam-diam mencuri segelas air telaga itu. Air itu kemudian saya berikan pada ibu. Hingga tiba-tiba saya mendengar sebuah suara yang mengatakan, “Semoga Allah melumpuhkan tanganmu karena telah memberikan minum pada orang yang telah diharamkan oleh Allah untuk minum air itu”. Seketika itu juga saya kemudian bangun dari tidur karena terkejut. Yang lebih membuat saya semakin terkejut adalah saya merasakan kedua tangan saya lumpuh tak bisa digerakkan. Rupanya mimpi itu benar-benar berefek nyata”. Wanita itu pun mengakhiri ceritanya.
“Baiklah kalau begitu, aku akan mendoakanmu”, jawab Rasulullah setelah mendengar cerita panjang dan lebar wanita tersebut. Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya di atas tangan wanita itu sambil berdoa, “Ya Allah... dengan kebenaran mimpi wanita ini, maka aku mohon padaMU Ya Allah... sembuhkanlah kedua tangan wanita ini”.
Tak berselang lama kemudian, ajaibnya wanita itu bisa merasakan bahwa kedua tangannya telah sehat kembali. Doa Rasulullah langsung dikabulkan oleh Allah. Subhanallah.
Begitulah sepenggal cerita yang aku baca dari buku Kisah Mimpi Orang-Orang Sholeh. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. []Um_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar