8 Jun 2015

Purnama


Langkahku pilu menginjak duri-duri masa lalu
Genggamanku layu terhempas geliat bebanku
Hatiku kaku memendam dendam kegagalanku
Tatapanku semu tanpa kacamata penopangku
Lalu.... masih adakah sisa kekuatanku?
Aku pun termangu.
Tiba-tiba jiwaku menembus ingatan lamaku
Ku topang langkahku, ku genggam genggamanku
Ku buka hatiku, ku buka kacamataku
Tuk menyiram pendanganku menuju sinar terang pembawa ketenangan
Langit.
Singgasana agungnya berdiam indah ciptaan pemilik semesta
Tersenyum syahdu
Menyambutku di kaki purnama
Terang... jernih... sebulat bentuknya.
Rembulan.


(Krapyak, 06 Juni 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar