Langkahku pilu menginjak duri-duri masa lalu
Genggamanku layu
terhempas geliat bebanku
Hatiku kaku
memendam dendam kegagalanku
Tatapanku semu
tanpa kacamata penopangku
Lalu.... masih
adakah sisa kekuatanku?
Aku pun
termangu.
Tiba-tiba jiwaku
menembus ingatan lamaku
Ku topang
langkahku, ku genggam genggamanku
Ku buka hatiku,
ku buka kacamataku
Tuk menyiram
pendanganku menuju sinar terang pembawa ketenangan
Langit.
Singgasana agungnya
berdiam indah ciptaan pemilik semesta
Tersenyum syahdu
Menyambutku di
kaki purnama
Terang...
jernih... sebulat bentuknya.
Rembulan.
(Krapyak, 06 Juni 2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar