8 Mei 2015

Sholawat untuk Sang Bayi


Kisah mengesankan ini diceritakan oleh Ibu Nyai Rokhmawati Syahid dari Rembang Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu ketika ia mengandung 7 bulan anak keduanya yaitu Ning Syafiqah, dokter telah memvonis bahwa bayi dalam kandungannya sungsang. Berbagai usaha telah dilakukan agar posisi sang bayi normal, dengan kepala di bawah. Berbagai usaha yang dilakukan telah membuatnya merasa kelelahan dan kesakitan, tapi posisi bayi tetap dalam keadaan sungsang. Hal itu mengharuskannya melakukan operasi kelahiran di rumah sakit. Waktu selanjutnya adalah menjadi sebuah penantian untuk operasi.

Waktu kelahiran tiba, semua persiapan telah siap, mulai dari penandatangan persetujuan, persiapan para perawat dan keluarga. Hanya saja masih menunggu kedatangan dokter untuk pelaksanaan operasi. Para perawat memberikan kata motivasi dan semangat kepadanya yang sedang kesakitan. Pada saat itu, sang suami Bapak KH. Syahid (Alm.) yang merupakan seorang alim dan cinta sholawat setia berada di sampingnya. Bapak K. Syahid berpesan: “Tolong semua yang ada di ruangan ini, mari kita bersholawat bersama-sama!. Tolong semua kata-kata apapun, dan motivasi apapun diganti dengan sholawat, hingga proses kelahiran ini selesai. Sekeras apapun, dan sesemangat mungkin”.

Akhirnya semua yang berada di ruang itu serempak mengucapkan sholawat, dengan berbagai macam ekspresi dan perasaan. Sehingga ruangan operasi berubah menjadi lautan sholawat membuat suasana terasa mencekam dan mengharukan. Tak khayal air mata mengalir tanpa adanya perintah. Mengalir dan terharu.

Belum sampai operasi dilaksanakan, kejadian aneh terjadi. Ibu Rokhmawati merasakan bahwa bayi yang ada di kandungannya bergerak. Setelah diperiksa, ternyata bayi yang mulanya sungsang mendadak menjadi normal dengan posisi kepala di bawah. Hal itu membuat semua yang ada di ruang operasi terkejut dan takjub. Hingga akhirnya diputuskan bahwa operasi batal dilakukan, dan kelahiran dapat dilaksanakan secara normal. Begitulah pertolongan yang Allah berikan karena keutamaan sholawat yang mereka lafadzkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar