19 Feb 2015

Pilihan



Apa yang kau tahu tentang pilihan kawan? Aku yakin kau pernah merasakannya. Setiap langkah hidupmu adalah pilihan, benar, karena hidup adalah pilihan.
Aku yakin kau pun tahu itu kawan...
Hanya saja seringkali semua pilihan itu tak tampak, karena pilihan kita telah kita pilih tanpa ragu sedikitpun. Ya... ada kata RAGU di sini.
Sekarang bagaimana jika sebuah pilihan begitu tampak menyapa dan berbicara kepadamu, tentu tak seharusnya kau meninggalkannya.. karena kau harus memberikan pilihan padanya. Karena meninggalkannya adalah sikap tak ber-etika.
Suatu saat sang pilihan mengajakmu bercakap dengan kalimat-kalimat penuh teki. Hingga sadar ataupun tidak, kau tak mengenalinya juga kata-katanya. Bahkan kini kau harus memilih sesuatu yang masih perlu dipilah, memilih hal yang tak tahu mana pilihannya.
Bagaimana Kawan?
Apakah kau paham maksudku?
Jangan kau bebankan itu. Lihatlah penjelasanku sejenak lagi.
Pilihan itu selalu mengandung hal berharga bagimu. Pilihan selalu membuatmu hidup lebih berarti. Pilihan selalu membenturkanmu pada kejadian-kejadian berarti. Lihat dan renungkan. Ketika satu pilihan merasakan kebutuhan penting mendesakmu, namun di sana kau tak boleh meninggalkan tanggung jawabmu dan mengecewakan, yang berarti kau tak dapat menemukan kebutuhanmu.
Ketika pilihan lain membuatmu memenuhi tanggung jawabmu, namun kau tak dapat memenuhi kebutuhanmu, hingga kau harus mengemis, membebani dan memalukan. Lalu pilihan manakah yang kau ambil? Dua pilihan yang sama-sama sulit.
Sebenarnya kuncinya hanya dua kawan.. pertama, kembalikan pada Sang Pemberi Pilihan karena Dia yang akan tahu pilihan terbaikmu. Kedua, manapun yang akan kau pilih, lakukan sekarang, karena tiap detik waktu penundaanmu adalah kerugianmu untuk kehilangan kedua pilihan, untukmu yang mungki tak dapat memilih apapun, hingga apapun di luar sana akan mengatur kehidupan dan pilihanmu.

6 Feb 2015

Hiasan ke-SUKSES-an



Sobat, aku mau bertanya, apa itu SUKSES?
Banyak orang bilang, “Aku ingin menjadi Sukses”, begitu pun diriku yang secara lantang dari hati terdalam meneriakkannya, meski tak benar-benar kusuarakan secara lugas. Yang kutahu kata-kata itu menggelegar menembus tiap hembusan angin malam hingga siang, dalam jiwaku. Lalu aku pun kembali bertanya “Apa itu sukses?”.
Perspektif orang beda-beda. Cara mereka pun beda-beda untuk mendapatkannya. Kemudian aku mengutip kata-kata dari Albert Einstein, JANGANLAH KAMU JADI ORANG SUKSES, TAPI JADILAH ORANG BERMANFAAT. Aku sedikit setuju dengan kalimat itu, namun dalam pandanganganku aku mencatat dan menggenggamnya, “Aku diciptakan untuk Sukses dan Bermanfaat”. Maka jadilah kata SUKSES dan BERMANFAAT memiliki hubungan erat. Orang dapat dikatakan sukses jika ia dapat bermanfaat bagi orang lain. So... sebaliknya jangan hanya mau bermanfaat tanpa kesuksesan. ^_^
Lalu bagaimana caranya?
Nah ini juga pertanyaan penting. Bagaimana bisa sukses jika tak tahu caranya, atau justru salah cara? Itu repot. Aku mengutip cara seseorang yang menurutku efektif, yakni membiasakan menulis dan melihat. Pertama, tuliskan semua cita-cita, keinginan, mimpimu di sebuah kertas. Tempelkan di tempat sekiranya strategis untuk kamu lihat tiap hari. Tujuannya, tanpa sengaja kamu akan melihat dan membaca tulisan itu, kamu akan hafal dan merasa selalu diingatkan, kalau mimpi-mimpi itu wajib kamu dapatkan. Lama-lama hatimu akan timbul gejolak semangat tinggi untuk berusaha mendapatkannya, dengan sekuat tenaga. Tentu saja. Karena kau pun tak ingin coretan itu terus berada di depanmu, tapi kau ingin coretan itu ada di depanmu dengan tercoret karena kau telah MENDAPATKANNYA. Menarik & memuaskan.
Cara berikutnya sebenarnya banyak, hanya akan ku sebutkan cara lain dengan versiku. Pertama, letakkan foto orang-orang yang kamu sayangi di dinding tempat beajarmu, seperti orang tua, kakek-nenek, guru, adik dan sahabat. Otomatis kamu akan lihat wajah mereka setiap hari. Aku yakin seyakin-yakinnya bahwa kau ingin sekali membahagiakan orang-orang di foto itu. Maka dengan melihat wajah mereka kamu tak aakan ada pilihan, kecuali berusaha keras mencapai mimpimu agar mereka bahagia.
Kedua, saatnya kamu pribadi narsis. Maksudnya? Maksudnya tentu saja hal yang lumrah bahkan menyenangkan memajang foto diri sendiri di kamar pribadi. Ya kan? Ini bisa menjadi sebuah alat jitu. Sampai saat ini berapa pun umurmu, kamu pasti berfoto pada moment-moment berharga dan membanggakan. Misalnya, foto memenangkan lomba, foto jalan-jalan ke luar daerah, dan foto wisuda. Pasanglah foto-foto itu, dan jangan berhenti sampai di situ. Foto dapat menjadi rangsangan foto-fotomu selanjutnya dengan kesuksesan lain yang berbeda. Sehingga nantinya akan ada jajaran foto-foto langkah suksesmu.
Ketiga dan keempat, ini kembali tentang gambar dan tulisan. Pasang foto orang sukses favoritmu. Ketika kamu memandangnya akan timbul perasaan bahwa “Aku ingin sukses seperti dia, bahkan bisa melebihinya”. Terakhir, yang keempat adalah kamu menulis moto hidupmu atau jika tidak, sindiran untuk dirimu. Misalnya: “Aku diciptakan untuk Bermanfaat dan Sukses”, “Kamu orang luar bisa, cerdas & istimewa Umm”, dan “Kamu bukan seorang kalah, tapi pemenang”. Lalu tempelkan di kamarmu. Kalimat-kalimat itu menjadi pendorong untuk lebih maju, semangat & pantang menyerah.
Demikian, semoga kita semua dapat menjadi orang SUKSES & BERMANFAAT. Amin.