Apa yang kau tahu tentang pilihan kawan? Aku yakin kau
pernah merasakannya. Setiap langkah hidupmu adalah pilihan, benar, karena hidup
adalah pilihan.
Aku yakin kau pun tahu itu kawan...
Hanya saja seringkali semua pilihan itu tak tampak,
karena pilihan kita telah kita pilih tanpa ragu sedikitpun. Ya... ada kata RAGU
di sini.
Sekarang bagaimana jika sebuah pilihan begitu tampak
menyapa dan berbicara kepadamu, tentu tak seharusnya kau meninggalkannya..
karena kau harus memberikan pilihan padanya. Karena meninggalkannya adalah
sikap tak ber-etika.
Suatu saat sang pilihan mengajakmu bercakap dengan
kalimat-kalimat penuh teki. Hingga sadar ataupun tidak, kau tak mengenalinya
juga kata-katanya. Bahkan kini kau harus memilih sesuatu yang masih perlu
dipilah, memilih hal yang tak tahu mana pilihannya.
Bagaimana Kawan?
Apakah kau paham maksudku?
Jangan kau bebankan itu. Lihatlah penjelasanku sejenak
lagi.
Pilihan itu selalu mengandung hal berharga bagimu.
Pilihan selalu membuatmu hidup lebih berarti. Pilihan selalu membenturkanmu
pada kejadian-kejadian berarti. Lihat dan renungkan. Ketika satu pilihan
merasakan kebutuhan penting mendesakmu, namun di sana kau tak boleh
meninggalkan tanggung jawabmu dan mengecewakan, yang berarti kau tak dapat
menemukan kebutuhanmu.
Ketika pilihan lain membuatmu memenuhi tanggung
jawabmu, namun kau tak dapat memenuhi kebutuhanmu, hingga kau harus mengemis,
membebani dan memalukan. Lalu pilihan manakah yang kau ambil? Dua pilihan yang
sama-sama sulit.
Sebenarnya kuncinya hanya dua kawan.. pertama,
kembalikan pada Sang Pemberi Pilihan karena Dia yang akan tahu pilihan
terbaikmu. Kedua, manapun yang akan kau pilih, lakukan sekarang, karena tiap
detik waktu penundaanmu adalah kerugianmu untuk kehilangan kedua pilihan,
untukmu yang mungki tak dapat memilih apapun, hingga apapun di luar sana akan
mengatur kehidupan dan pilihanmu.

