25 Nov 2014

TAK MENGERTI

Ku telah jemput pena rahasiaku
Satu langkah yang kan menghapuskan setengah rasa
Tak mengerti....
Lembarku pun tak mengerti
Namun nafasku tetap tersenyum dalam semu
Tak mengerti... darahku pun tak mengerti
Goresanku telah merubah percikannya
Tapi mengertilah semua!!
Kau tak mengerti tentang rasaku
****
Pelan aku mengetuk pintu mayamu
Sejengkal langkahmu menghampiriku
Setitik kataku menuntun patuhku
Aneh
Angin malampun terdiam memandangku
Malu
Hanya satu salam terucap    
Aku ingin mengenalmu.
***
Kusadari ada kata yang berbuah pedih
Ada tindakan yang mengecam perih
Ada prasangka yang berpayung duri
Maka di hari syukur nan indah ini
Aku mohonkan maaf lahir dan batin
Semoga kita menjadi insan yang sukses dunia akhirat
19 Agustus 2012
*****
Ada kalanya ia bisu dalam kerinduan
Ada kalanya ia tertawa dalam kepedihan
Ada kalanya ia tersenyum dalam tangisan
Namun satu hal penting
Lihatlah dengan hatimu!
Jangan lihat hatimu!!
Hatimu cermin kepedulianmu.
****
Bahagia dan nyaman berteduh dalam rindang sang embun
Menyita cawan kegundahan
Tapi sang malam datang
Merebut kilau pagi
Ah... tidak. Gelap
Tak ada seekor burung pun melintas malam ini
Tak ada yang tahu kapan sang pagi menjemput.
****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar