20 Agu 2015

Pecinta Sholawat & Tausyiyah Pengiringnya

Riuh Ramai para pecinta Rasulullah SAW berkumpul. Bukan sekedar berkumpul, melainkan mereka menyampaikan rasa cinta mereka lewat gema sholawat dengan riang gembira. Bertempat di lapangan PP. Krapyak Yogyakarta mereka tenggelam dalam kekhusyukan lisan juga hati mereka. Meskipun tak ada yang tau tentang hati mereka, cukup tahu ekspresi kegembiraan mereka melafalkan sholawat, aku berkeyakinan hati mereka pun bersholawat.
Bukan hanya karena cinta mereka pada rasulullah SAW., namun juga cinta mereka pada sosok penerus Sang Rasul yang sedang memimpin lantunan sholawat. Habib Syekh As-Segaf yang berkolaborasi dengan Tim Hadroh An-Najah. Malam itu mereka menyatu dengan rasa cinta mereka.
Beberapa waktu kemudian di penghujung senandungnya, Sang Habib menyampaikan beberapa tausyiyahnya. Yakni 9 point singkat yang sangat mewakili nilai-nilai penting dalam kehidupan. Berikut 9 point tausyiyah Habib Syekh tersebut:
1.      Banyak orang yang cek up kesehatan fisik, tapi tidak pernah cek up kesehatan rohani (ruh). Masalah ruh tidak pernah dibahas, yang dibahas hanya urusan jasmani.
2.      Banyak orang mengikuti program diet untuk menurunkan berat badan, tapi sedikit yang mengikuti program diet untuk menjauhi maksiat.
3.      Banyak orang berolah raga demi membugarkan badan, tapi sedikit yang beribadah guna membugarkan spiritual.
4.      Banyak orang mengatur menu makan yang nikmat, tapi sedikit yang mau mencicipi nikmat Al-Qur’an dan nikmatnya sholat.
5.      Banyak orang bingung dan takut miskin di dunia, tapi sedikit yang takut miskin di akhirat.
6.      Banyak orang yang sedih jika tertinggal pesawat atau kereta api di pagi hari, tetapi sedikit orang yang sedih tertinggal sholat Subuh di pagi hari.
7.      Banyak orang yang semangat mencari keuntungan duniawi, tapi sedikit yang semangat mencari keuntungan ukhrowi.
8.      Banyak orang yang takut kehilangan teman, sahabat, & keluarga yang pasti ia tinggalkan, tetapi sedikit yang takut kehilangan Allah yang selalu bersama dengan dia.
9.      Banyak orang hidup mencari & mengharapkan ridlo manusia, tapi sedikit yang mencari ridlo Allah. 
(Krapyak, 14 Agustus 2015).