Aku
membuka jendela kamarku
Kulihat
bulatan tetesan-tetesan bening tersenyum
Mereka
berkumpul di balik guratan-guratan hijaunya daun
Dan
terkadang rela bercengkarama di atas kotornya tanah
Mereka tak peduli
Mereka tak berfikir betapa rapuhnya
dirinya
Mereka hanya tersenyum
Menyambut sang penghuni yang kan
bergelut dengan alam
Indahnya
mereka...
Jernihnya
ia tanpa kontaminasi para perusak
Bening
dan jernih
Membuatku
kan selalu tersenyum ketika ku buka jendelaku
Beningnya
ia... mencerminkan beningnya sang pagi.
Kamis, 19 September 2013
